Wabah Covid 19 saat ini membuat banyak bisnis limbung dan berujung pada pengurangan karyawan. Untuk mereka yang terkena PHK ada yang memilih untuk bercita cita menjadi karyawan kembali. Tapi tidak sedikit yang memutuskan untuk berwiraswasta. Di saat anda berada dalam persimpangan seperti sekarang tidak ada salahnya anda melakukan penilaian ulang tentang kekuatan dan kelemahan anda. Disaat anda mempunyai banyak waktu luang dan tidak terjebak rutinitas anda bisa memperbaiki kekurangan atau menambah ilmu ilmu baru. Tapi yang lebih penting anda harus memperbaiki life skills anda. Karena life skills anda transferable alias bisa dibawa ke industri manapun dan ke posisi apapun. Baik sebagai wiraswastawan maupun pekerja profesional.
Apa itu Life Skills? Dalam definisi sederhana saya life skills adalah jenis jenis keahlian yang bermanfaat untuk menopang kehidupan ekonomi dan sosial manusia. Skills ini sifatnya umum, dalam artian tidak terbatas aplikasinya hanya dalam industri atau profesi tertentu. Bahkan tidak harus dipakai dalam konteks bisnis dan komersial saja. Intinya adalah berfungsi seperti tools (alat) yang berguna untuk hidup anda. Mungkin seperti ‘Swiss Army Knife’. Pisau lipat multi fungsi dari Swiss yang terkenal itu.
1. Selling Skill/Keahlian Menjual
2. Financial Management Skill/Keahlian Pengelolaan Keuangan
3. Investment Skill/Keahlian Investasi
4. Brokerage skill/Keahlian Perantara
5. Relationship Management Skill/Keahlian Mengelola Hubungan
6. X Skill (apakah itu X skill? Silakan baca sampai akhir)
Selling skill ini menurut saya adalah yang pertama yang harus anda miliki. Baik anda sebagai karyawan, pengusaha, tokoh masyarakat, politikus, pemuka agama dan lain sebagainya. Tentunya selling disini tidak hanya diartikan literal sebagai aktifitas ‘menjual’ barang atau jasa saja. Tapi juga menjual konsep, ide, paham, kepercayaan dan lain sebagainya. Dalam artikel ini saya hanya akan membahas dalam konteks menjual produk atau jasa.
Sebagai karyawan atau pengusaha pemula kemampuan anda menjual barang dan jasa akan menentukan seberapa sukses anda. Banyak orang yang kurang nyaman dengan pekerjaan sales. Apalagi diawal karir mereka. Banyak yang menganggap pekerjaan sales itu sulit. Atau kurang prestisius. Sebagian disebabkan karena memang banyaknya sales yang tidak professional, tidak memiliki pengetahuan produk yang cukup, tidak menghargai waktu klien alias sering terlambat meeting, seenaknya menaikkan harga, ‘hit and run’ alias jualan dan tidak pernah muncul lagi setelah itu. Dan banyak lagi persepsi buruk lainnya.
Selling skill yang harus dimiliki disini adalah kemampuan untuk meyakinkan orang lain untuk membeli ide/produk/jasa kita karena memang mereka percaya bahwa mereka membutuhkan ide/produk/jasa tersebut. Tanpa tekanan, tanpa mengharapkan belas kasihan dan pastinya tanpa informasi yang menyesatkan. Si penjual mau mendengarkan dan si pembeli bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan tanpa harus merasa didesak untuk membuat keputusan membeli. Pembeli melihat value (nilai) di ide/produk/jasa yang ditawarkan dan mereka merasa harga yang dibayarkan juga senilai untuk apa yang mereka dapatkan. Si penjual terlihat sebagai orang yang dapat memberikan solusi untuk kebutuhan mereka sehingga si pembeli tidak berkeberatan untuk membeli lagi dari penjual yang sama. Bahkan merekomendasikannya ke orang lain karena dengan ini mereka juga merasa membantu orang lain memecahkan masalah mereka. Semua ini adalah bagian dari keahlian menjual yang kedengarannya mudah tapi tidak gampang melaksanakannya.
Bayangkan kalau anda punya produk unggulan tapi tidak bisa menjualnya. Usaha baru anda tidak akan jalan. Sebagai karyawan anda pun tidak akan bisa bertahan lama. Bayangkan juga kalau anda mempunyai selling skill yang mumpuni sehingga anda hampir bisa menjual semua jenis ide/produk/jasa apapun. Kalau sudah sampai level ini diversifikasi usaha menjadi proses alamiah dan bukan mimpi di awang awang.
Pada saat perusahaan anda mulai besar anda mulai merekrut karyawan. Anda harus menjual kepada mereka betapa hebatnya perusahaan anda. Betapa mereka akan mempunyai karir yang hebat, kesempatan belajar dan kompensasi yang kompetitif dan lain sebagainya. Pada saat perusahaan anda menjadi cukup besar investorpun mulai tertarik masuk kedalam perusahaan anda. Sekali lagi anda harus menjual prospek investasi perusahaan anda ke investor supaya mereka tertarik untuk menyuntikkan modal yang bisa anda pakai untuk ekspansi selanjutnya.
Dari ilustrasi diatas anda bisa lihat betapa pentingnya keahlian menjual ini. Dan betapa sering anda harus menggunakannya dalam kehidupan sehari hari. Kalau anda berpikir untuk memulai usaha sendiri tapi anda tidak nyaman untuk menjual sebaiknya anda tahan dulu niatan anda. Karena sebelum menjual ke orang lain anda harus terlebih dahulu meyakinkan diri sendiri bahwa produk/jasa anda itu memang mempunyai nilai. Alias anda harus menjual ke diri sendiri dulu!
Ada banyak kursus yang bisa melengkapi anda dengan ketrampilan dasar menjual. Bukan hanya ketrampilan untuk menjual produk tertentu dengan bekerja sebagai sales untuk industry tertentu. Tapi kursus menjual yang menjelaskan secara terperinci langkah langkah apa yang harus anda lalui dalam satu proses penjualan. Apapun industrinya. Integrity Selling dan Consultative Selling adalah 2 istilah Teknik menjual yang bisa anda pelajari. Saya menyukai konsep sales process mereka karena menekankan pada proses memahami klien anda sebelum menawarkan produk anda. Klien perlu waktu untuk mengenal anda dulu sebelum membeli sesuatu dari anda. Dan tidak ada orang yang senang didesak untuk membeli sesuatu yang mereka tidak yakin mereka butuhkan.
Apabila anda sudah mengerti prinsip dasarnya anda akan bisa menjual apapun. Anda bahkan bisa menjual satu barang/jasa yang anda tidak miliki sendiri (akan dibahas dalam bagian ‘brokerage’). Inilah kenapa selling skill itu menjadi Life Skill yang sangat penting.
2. Financial Management Skill/Keahlian Pengelolaan Keuangan
Apakah ilmu keuangan yang paling dasar? Pemasukan anda harus lebih besar dari pengeluaran anda. Sangat simple tapi mungkin banyak yang melupakan. Kalau anda commit untuk menjunjung prinsip ini dalam mengelola keuangan anda kemungkinan anda akan lebih tenang menghadapi gelombang PHK. Prinsip ini tentunya sangat penting pada saat anda memulai usaha baru.
Ada pendapat bahwa berhutang boleh boleh saja asal untuk investasi atau untuk modal usaha (hutang produktif). Kalau anda berhutang tapi tidak mempunyai asset yang bisa diajukan sebagai jaminan bisa dipastikan hutang anda masuk dalam kategori ‘unsecured lending’ (pinjaman yang tidak diamankan dengan jaminan) dalam sudut pandang bank atau lembaga keuangan peminjam lain. Artinya adalah anda akan membayar bunga yang sangat besar sebelum usaha anda mulai menghasilkan. Mau?
Tapi konglomerat juga berhutang bukan? Betul tapi logikanya seperti ini: kalau anda baru memulai usaha dan berhutang Rp 100 juta kepada bank dan anda tidak bisa membayar cicilan maka ini akan menjadi masalah anda. Anda bisa berurusan dengan debt collector atau membayar bunga bank yang berlipat lipat karena ada bunga diatas bunga.
Berbeda dengan pengusaha besar yang berhutang diatas Rp 500 milyar misalnya. Apabila mereka tidak bisa membayar cicilan maka kredit macet ini akan menjadi masalah lebih besar buat pihak bank. Karena angkanya yang tidak kecil bank mempunyai kepentingan dan urgency untuk membantu anda melunasi hutang tersebut. Pertama mereka akan duduk Bersama dengan anda untuk melakukan penjadwalan hutang. Kalau tidak berhasil mereka akan mencoba menjual asset yang anda agunkan. Apabila asset anda dalam bentuk tidak bergerak seperty property atau tanah bisa dipastikan tidak akan mudah untuk menjualnya. Bank mungkin akan menjual murah melalui proses lelang. Bank rugi? Tentu tidak karena semua proses ini sudah diperhitungkan dalam manajemen risiko bank. Sebagian dimasukkan ke dalam bunga yang anda bayar. Sebagian lagi dalam kredit asuransi yang anda bayar.
Kalau si pengusaha canggih dalam mencari hutangan dengan menjaminkan saham perusahaan yang go public ya tidak jauh berbeda juga karena harga saham perusahaan saat artikel ini ditulis (april 2020) sudah jauh turun dibanding pada saat anda menjaminkannya.
Quote (anonymous)
“when you owe a bank $100 credit card debt it becomes your problem.
Kalau anda punya konsep bisnis yang sangat menjanjikan cobalah dengan konsep kerja sama. Bisa ajak orang tua, saudara, teman dimana risiko usaha anda tanggung Bersama. Disini selling skill yang seperti saya sebutkan diatas terpakai lagi. Anda harus meyakinkan mereka dengan usaha anda. Anda harus siapkan materi presentasi yang berisi produk/jasa/ide yang anda jual plus proyeksi keuangan yang mengggambarkan pemasukan, biaya dan arus kas di bisnis anda. Ujung2nya kapan usaha anda mulai untung dan kapan anda bisa membayarkan dividen. Di perusahaan skala menengah keatas sangat umum anda mempunyai orang yang mengerjakan ini full time. Mulai dari membuat proyeksi keuangan, membuat laporan keuangan, laporan rugi laba, prospectus untuk investor dan lain sebagainya. Kalau anda berusaha sendiri dengan modal terbatas anda harus melakukannya sendiri. Inilah proses belajar yang membuat anda tambah pintar. Karena dalam proses penyusunannya bukan tidak mungkin anda keluar dengan ide ide bisnis lain yang cemerlang.
Jangan lupa untuk menggaris bawahi kalau ini semua adalah proyeksi alias tidak ada garansi sama sekali. Tapi disinilah seninya anda menjual konsep ini ke investor karena anda harus menjualnya dengan prospek produk, integritas dan kredibilitas anda, siapa anggota tim anda, customer contacts yang anda miliki. Atau mungkin jauh lebih bagus lagi kalau anda sudah mengantungi purchase order (PO) atau kontrak penjualan dengan customer yang bersangkutan.
Quote
“the only things certain in life are death and tax”.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis anda anda juga harus mempelajari peraturan, sistem dan proses perpajakan yang berlaku di negara kita atau negara lain kalau kita berbisnis antar negara. Seiring dengan kebutuhan negara yang meningkat proses koleksi pajak terus menerus ditingkatkan. Intinya anda tidak bisa menghindari pajak dalam waktu yang lama. Lebih baik anda mempelajarinya jadi anda paham alternatif badan hukum usaha lain yang lebih tax friendly. Atau terus menjadikan bisnis anda sebagai industri rumahan tanpa ‘lawan pajak’ dalam transaksi anda.
Di banyak negara maju subjek financial literacy (melek keuangan) sudah masuk dalam kurikulum sekolah setingkat SMP/SMA. Disebabkan terlalu banyaknya generasi muda yang terjebak dengan hutang kartu kredit dan hutang konsumtif lainnya. Ini disebabkan karena banyak generasi muda tidak mengerti konsep bunga dan cara Lembaga keuangan mengenakan bunga untuk dana yang mereka gunakan. Inilah kenapa financial management skill ini penting untuk menjadi salah satu life skill yang anda miliki.
Quote
“Hati hati dengan biaya biaya kecil. Bahkan kapal besar pun bisa tenggelam karena kebocoran kecil” Benjamin Franklin
3. Investment Skill/Keahlian Investasi
Setelah karir anda meningkat hampir pasti kompensasi anda juga meningkat. Orang orang bijak dan sukses selalu menabung dan menginvestasikan rata rata sepertiga dari pemasukan mereka untuk menabung dan berinvestasi. Tapi kalau anda mempunyai kebutuhan dan kewajiban keuangan yang besar setiap bulannya anda bisa memulai investasi dari yang kecil dulu. Kewajiban keuangan seperti membantu orangtua, tetangga, saudara dan teman itu jauh lebih berharga daripada investasi. Secara matematis manusia tidak ada return yang pasti. Tapi kemampuan berbagi itu mungkin salah satu ‘sense of fulfilment’ yang paling tinggi.
Ok kalau anda merasa punya dana untuk berinvestasi, anda harus bertanya ulang apa memang dana anda cukup untuk berinvestasi? Apakah dana anda ini anda perlukan dalam waktu dekat? Atau dana ini adalah ‘dana nganggur’. Apakah anda bisa hidup tenang apabila dana ini berkurang atau bahkan hilang karena investasi anda? Atau sebaliknya anda akan gonjang ganjing, stress berat dan emosi? Tingkat pengembalian seperti apa yang anda harapkan? Setelah itu baru anda pilih jenis investasi apa yang anda inginkan.
Jangan investasi di asset yang anda tidak mengerti. Misalnya, jangan berinvestasi di bitcoin karena trend. Tapi pahami dulu apa yang menyebabkan nilai bitcoin naik turun. Saya tidak berinvestasi di futures karena saya juga tidak mengerti apa yang terjadi dibelakang satu kontrak futures. Pemahaman faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya suatu investasi adalah wajib apalagi kalau dana anda terbatas. Kalau anda mempunyai dana yang terbatas anda bisa melakukan perbandingan across asset class untuk risiko dan Return on Investment (ROI) yang terbaik. Antara reksa dana dengan logam mulia misalnya. Antara membeli apartemen atau memulai satu start up company. Tapi ini kan tidak ‘apple to apple comparison ‘? Betul tapi kalau anda sedang membicarakan investasi anda tidak boleh terpaku pada satu jenis asset. Anda hanya perlu melihat ROI, likuiditas (seberapa mudah anda bisa menguangkan asset tersebut dikala dibutuhkan) dan risiko.
Quote
“Investasi terbaik adalah investasi didalam pengetahuan” Benjamin Franklin
“Jangan pernah investasi di bisnis yang anda tidak mengerti” Warren Buffet
4. Brokerage skill/Keahlian Perantara
Seiring dengan perkembangan teknologi dan bisnis digital peran broker semakin banyak berkurang. Apa benar demikian?
Betul tapi tidak untuk mereka yang berevolusi terus menerus melalukan perbaikan keahlian dan kualitas pelayanan mereka. Mereka yang survive juga tidak segan mengadopsi teknologi sehingga mereka lebih akurat, cepat dan efisien. Teknologi juga sampai tulisan ini dibuat (April 2020) belum bisa menggantikan wisdom (kebijakan) atau qualitative judgment (kemampuan menilai) manusia yang didapatkan melalui kombinasi pengetahuan dan pengalaman. Teknologi juga tidak mempunyai kehangatan hasil dari emotional quotient (EQ) manusia. Pada saatnya Artificial Intelligence dan Machine Learning akan sangat sempurna sehingga ia bisa memberikan keputusan berdasarkan kecerdasan dan emosi artifisial. Pada saat itu mungkin beberapa jenis layanan akan punah dan digantikan oleh mesin dengan algoritma dan kemampuan memproses data super cepat. Tapi tidak untuk semua jasa.
Lalu buat apa kita harus mempelajari brokerage sebagai life skill? Banyak bisnis yang kita lihat sekarang itu pada intinya brokerage. Baik jasa penjualan property, jasa valuasi, mergers and acquisitions, recruitment, insurance broker, talent agency dan lain sebagainya. Mereka yang sukses bertahan bukanlah orang yang tiba tiba memutuskan masuk ke bisnis jasa mereka tapi mereka yang sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Mereka mempunyai pengetahuan dan kontak yang sangat luas di industri masing masing. Kalau anda mengerti konsep bisnis brokerage anda berpeluang untuk menciptakan transaksi hanya dengan menghubungkan kedua belah pihak yang saling berkebutuhan. Kalau anda sukses melakukannya berulang ulang anda sudah mempunyai bisnis. Karena mudahnya untuk masuk ke brokerage bisnis ini tidak sedikit yang masuk kedalamnya (coba cek ada berapa agen property didalam hp anda) Tapi tidak terhitung juga pemain baru yang tumbang. Tapi begitu anda sudah menguasainya; ada peluang bisnis besar disitu.
Anda mungkin tdak akan menjadi orang kaya dengan menjadi seorang broker. Tapi kalau anda mentraksasikan barang dengan nilai besar bisa dipastikan anda akan menikmati pemasukan yang lumayan. Belum lagi sifat kerjanya yang mandiri dan waktu yang fleksibel.
5. Relationship Management Skill/Keahlian Mengelola Hubungan
Kedengarannya mudah tapi praktiknya sulit. Saya berikan contoh: X berteman dengan Y sejak waktu kuliah. Mereka berhubungan di sosmed tapi bertahun tahun tidak pernah bertegur sapa. Mereka tidak terlalu mengetahui kehidupan dan latar belakang masing masing. Suatu waktu X menghubungi Y untuk menjual sesuatu yang Y tidak butuhkan. Buat Y cukup menyenangkan untuk menerima telepon dari kawan lama seperti X. Tapi dia belum merasa nyaman untuk membeli sesuatu dari X karena mereka sudah lama sekali tidak berhubungan.
Bandingkan dengan A dan B. Mereka juga sudah saling kenal sejak waktu kuliah. Setiap 2-3 bulan sekali A menghubungi B untuk ngobrol ringan berbagai macam topik. A tidak pernah menjual apapun ke B. Sampai satu waktu A menghubungi B untuk menjual sesuatu. B memutuskan untuk membeli dari A walaupun dia tidak terlalu membutuhkan barang tersebut karena dia merasa nyaman dan percaya terhadap A. Hubungan mereka yang baik juga membuat B merasa tergerak untuk membantu A. Ada faktor hubungan baik dalam keputusan pembelian B.
Seberapa sering anda berhubungan dengan penjual jasa tertentu dan anda rasanya sudah ingin complain bahkan sebelum mereka datang. Bisa karena mereka datang terlambat tanpa pemberi tahuan, bisa juga merubah harga secara tiba tiba.
Atau anda membeli laptop mahal dari pedagang Z misalnya. Anda sangat puas pelayanan mereka. 6 bulan setelah pembelian, laptop anda tiba tiba bermasalah. Z yang anda kenal baik tiba tiba sulit dihubungi. Berkilah kalau dia sudah tidak bekerja di tempat yang sama dan meminta anda untuk menghubungi langsung service center. Z yang dulu service orientated sekarang menjadi Z yang unreliable. Apakah anda akan membeli lagi dari Z dimasa yang akan datang? Kemungkinan tidak.
Yang sering dilupakan oleh banyak pebisnis adalah customer pada saat ini sudah dimanjakan pilihan. Baik online maupun offline. Mereka bisa mendapatkan produk yang sama dengan harga yang sama. Yang membedakan adalah relationship. Relationship bisa membuat seseorang tetap Kembali di tempat yang sama untuk produk/jasa yang mereka bisa dapatkan di tempat lain dengan harga yang sama, atau bahkan lebih murah.
Kabar baiknya adalah anda tidak perlu investasi yang mahal untuk mempunyai relationship yang baik dengan siapapun.
“Kita hidup dari apa yang kita dapatkan. Kita membuat kehidupan dari apa yang kita beri ke orang lain” Winston Churchill
“Sukses dalam bisnis adalah tentang membuat banyak koneksi” Richard Branson
6. Skill X
Skill X adalah hard skill yang anda miliki. Hard skill adalah keahlian inti anda apapun itu. Mulai dari arsitektur, memperbaiki computer, membuat furniture kayu, memperbaiki mobil, dokter gigi dan lain sebagainya. Mungkin banyak orang lain yang memiliki hard skill seperti anda tapi sepanjang hasil pekerjaan anda tidak mengecewakan dan anda tidak berhenti untuk memperbaikinya maka anda punya sesuatu yang anda bisa jual.
Mengapa saya meletakkan hard skill paling belakang? Karena kemungkinan besar skill anda tidak unik dan baru. Mungkin sudah ada ribuan orang yang berprofesi sama dengan anda. Skill anda mungkin sudah menjadi seperti commodity seperti beras, gula, minyak dan macam macam komoditi lainnya. Kalau anda bertemu dengan calon klien baru, percayalah mereka tidak akan terlalu mempertimbangkan barang/jasa yang anda jual (kecuali anda menjual tour ke planet Mars misalnya atau sesuatu yang benar benar baru). Pertama tama sekali mereka hanya perduli apakah mereka bisa menyukai anda. Lalu apakah mereka bisa mempercayai anda. Lalu apakah mereka nyaman berbicara dengan anda. Setelah itu barulah mereka berpikir apakah mereka akan membeli sesuatu dari anda.
Apapun latar belakang anda. Apapun yang anda lakukan setelah pandemic ini berakhir, Apakah Kembali menjadi karyawan. Atau mempunyai usaha sendiri. Ada banyak skill yang anda bisa pelajari dan kuasai. Tapi percayalah anda harus mempelajari dan memperbaiki life skills anda terus menerus. Life skills ini adalah survival tools anda seperti anda bisa survive di hutan dengan sebuah swiss army knife. Life skills memberikan anda keluwesan di jaman yang secara konstan berubah seperti sekarang. Kuncinya adalah sabar, belajar dan berusaha.
Apakah ada jenis life skill lain yang penting menurut anda?
Henriko Sarin
Pertama terbit di Linkedin April 2020